Oktober 30, 2009

[ Tugas Kuliah ] - DataMhs



Membuat Table Mata Mahasiswa
CREATE TABLE MHS (
NIM INT,
Nama Varchar(20),
Tgl Date,
PRIMARY KEY (nim)
);

Membuat Table Mata Kuliah
CREATE TABLE MK(
KDMK Varchar(2),
NamaMK Varchar(20),
SKS INT,
PRIMARY KEY (KDMK)
);

Membuat Table Niai
CREATE TABLE Nilai (
NIM INT,
KDMK Varchar(2),
Nilai INT,
PRIMARY KEY (NIM,KDMK)
FOREIGN KEY(NIM) REFERENCES mhs (NIM) ON DELETE CASCADE ON UPDATE CASCADE,
FOREIGN KEY(KDMK) REFERENCES mk (KDMK) ON DELETE CASCADE ON UPDATE CASCADE
);

Masukan Data
INSERT INTO MHS VALUES(1, 'A', '2008-01-01');
INSERT
INTO MHS VALUES(2, 'B', '2008-01-02');
INSERT
INTO MHS VALUES(3, 'C', '2008-01-03');

INSERT INTO MK VALUES('SD', 'BASIS DATA', 2); 
INSERT
INTO MK VALUES('SI', 'SISTEM INFORMASI', 3);

INSERT INTO NILAI VALUES(1, 'BD', 80);
INSERT INTO NILAI VALUES(1, 'SI', 70);
INSERT INTO NILAI VALUES(2, 'BD', 70);
INSERT
INTO NILAI VALUES(2, 'SI', 60);

Oktober 23, 2009

[ Belajar Java ] - Membuat Data Mahasiswa

import javax.swing.JFrame;
import javax.swing.JButton;
import javax.swing.JLabel;
import javax.swing.JTextField;
import javax.swing.JComboBox;
import javax.swing.JMenuItem;
import javax.swing.JMenu;
import javax.swing.JMenuBar;
import javax.swing.BoxLayout;
import java.awt.Container;
import java.awt.Insets;
import java.awt.Dimension;
import java.awt.event.WindowEvent;
import java.awt.event.WindowAdapter;
import java.awt.event.ActionListener;
import java.awt.event.ActionEvent;

class Data_Mahasiswa extends JFrame implements ActionListener
{
String[] items = { " Teknik Informatika "," Teknik Komputer ",
" Teknik Elektro "," Teknik Sipil "," Manajemen Informatika ",
" Desain Komunkisai Visual "," Akutansi "," Sastra "," Hukum" };

private JButton button;
private JLabel label;
private JTextField a;
private JComboBox cb;

private void dframe()
{
Dimension size;

JMenuBar menuBar = new JMenuBar();
JMenu fileMenu = new JMenu("file");
JMenu About = new JMenu("About");
menuBar.add(fileMenu);
menuBar.add(About);
JMenuItem exitMenuItem = new JMenuItem("Exit");
exitMenuItem.addActionListener(this);
fileMenu.add(exitMenuItem);
setJMenuBar(menuBar);


Container pane = getContentPane();
pane.setLayout(null);

Insets insets = pane.getInsets();

label = new JLabel("DATA MAHASIWA");
size = label.getPreferredSize();
label.setBounds(10 + insets.left,8 +
insets.top,size.width,size.height);
pane.add(label);

label = new JLabel("NAMA");
size = label.getPreferredSize();
label.setBounds(10 + insets.left,45 +
insets.top,size.width,size.height);
pane.add(label);

label = new JLabel("NIM");
size = label.getPreferredSize();
label.setBounds(10 + insets.left,70 +
insets.top,size.width,size.height);
pane.add(label);

label = new JLabel("JURUSAN");
size = label.getPreferredSize();
label.setBounds(10 + insets.left,95 +
insets.top,size.width,size.height);
pane.add(label);

a = new JTextField(16);
size = a.getPreferredSize();
a.setBounds(100 + insets.left,45 +
insets.top,size.width,size.height);
pane.add(a);

a = new JTextField(16);
size = a.getPreferredSize();
a.setBounds(100 + insets.left,70 +
insets.top,size.width,size.height);
pane.add(a);

cb = new JComboBox(items);
size = cb.getPreferredSize();
cb.setBounds(100 + insets.left,95 +
insets.top,size.width,size.height);
pane.add(cb);

button = new JButton("OK");
size = button.getPreferredSize();
button.setBounds(100 + insets.left,135 +
insets.top,size.width+35,size.height);
button.addActionListener(this);
pane.add(button);

button = new JButton("CANCEL");
size = button.getPreferredSize();
button.setBounds(200 + insets.left,135 +
insets.top,size.width,size.height);
button.addActionListener(this);
pane.add(button);

int width = 300 + insets.left + insets.right;
int height = 225 + insets.top + insets.bottom;
setSize(width,height);
}

public void actionPerformed(ActionEvent e)
{
String selection = e.getActionCommand();
if(selection.equals("Exit"))
{
System.exit(0);
}
}

public static void main(String args[])
{
new Data_Mahasiswa();
}

public Data_Mahasiswa()
{
super("Membuat Nama dan Nim");
addWindowListener(new WindowAdapter()
{
public void windowClosing(WindowEvent e)
{
System.exit(0);
}
});

dframe();
setLocation(250,150);
setVisible(true);
}
}

Oktober 21, 2009

Oktober 19, 2009

Apa Itu Fiber Optik ?

“Fiber optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa fiber optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar dalam jarak yang sangat jauh.

Bagian-bagian fiber optik















Core adalah kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan.
Cladding adalah materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti(core).
Buffer Coating adalah plastic pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan.

Jenis Fiber Optik

1. Single-mode fibersMempunyai inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nanometer)








2. Multi-mode fibers
Mempunyai inti yang lebih besar(berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300 nanometer)






Cara Kerja









Sinar dalam fiber optik berjalan melalui inti dengan secara memantul dari cladding, dan hal ini disebut total internal reflection, karena cladding sama sekali tidak menyerap sinar dari inti. Akan tetapi dikarenakan ketidakmurnian kaca sinyal cahaya akan terdegradasi, ketahanan sinyal tergantung pada kemurnian kaca dan panjang gelombang sinyal.

Keuntungan Fiber Optik

- Murah : jika dibandingkan dengan kabel tembaga dalam panjang yang sama.
- Lebih tipis: mempunyai diameter yang lebih kecil daripada kabel tembaga.
- Kapasitas lebih besar.
- Sinyal degradasi lebih kecil.
- Tidak mudah terbakar : tidak mengalirkan listrik.
- Fleksibel.
- Sinyal digital.

Bagaimana Fiber Optik Dibuat

Making a preform glass cylinder

Proses ini disebut modified chemical vapor deposition (MCVD).
Silikon dan germanium bereaksi dengan oksigen membentuk SiO2 dan GeO2.
SiO2 dan GeO2 menyatu dan membentuk kaca.

Proses ini dilakukan secara otomatis dan membutuhkan waktu beberapa jam.
















Drawing the fiber from the preform

Setelah proses pertama selesai preform dimasukkan kedalam fiber drawing tower.
Kemudian dipanaskan 1900-2200 derajat celcius sampai meleleh.
Lelehan tersebut jatuh melewati laser mikrometer sehingga preform membentuk benang.

Dilakukan proses coating dan UV Curing.



















Testing the Finished Optical Fiber

- Tensile strength: harus mampu menahan 100.000 lb/inch2 atau lebih.
- Refractive index profile : menghitung layar untuk pemantulan optik.
- Fiber geometry : diameter Core, dimensi cladding, diameter cloating adalah seragam.
- Attenuation : menghitung kekuatan sinyal dari berbagai panjang gelombang dan jarak.
- Information carrying capacity : bandwith
- Chromatic dispersion : penyebaran berbagai panjang gelombang sinar melalui core.
- Operating temperature

Kabel Optik Yang Sering Digunakan

Distribution Cable










Indoor/Outdoor Tight Buffer








Indoor/Outdoor Breakout Cable








Aerial Cable/Self-Supporting








Hybrid & Composite Cable








Armored Cable









Low Smoke Zero Halogen (LSZH)









Sumber : http://hardin.wordpress.com/2009/01/12/apa-itu-fiber-optik/

Oktober 17, 2009

Install Windows XP lewat USB Flash Disk

Software yang digunakan :


Langkah-langkah Pembuatan:

  1. Ekstrak kedua file sesuai keinginan Anda dengan menggunakan WinZip atau WinRar (Lebih baik buat Folder baru), sebaiknya File PeToUSB_3.0.0.7.zip dijadikan satu folder bersama File usb_prep8.zip atau sebaliknya.
  2. Tancapkan USB flash disk ke salah satu port USB. Ingat-ingat posisi drive-nya. Apakah F:, G:, H:, dan sebagainya.
  3. Masukkan CD instalasi Windows XP ke optical drive. Jika komputer menjalankan proses instalasi secara otomatis, batalkan saja dan tutup semua aplikasi yang tengah berjalan.
  4. Selanjutnya, buka folder di mana Anda mengekstrak aplikasi modul pembuat instalasi.
  5. Jalankan file bernama “usb_prep8.bat” maka di layar monitor akan tampak jendela Command Prompt berisi macam-macam perintah. Jika sudah muncul tulisan “Press any key to continue,” tekan sembarang tombol untuk konfirmasi.
  6. Di layar akan muncul jendela PEtoUSB yang meminta Anda memformat USB flash disk Anda. Tak perlu mengubah setting apa pun, langsung klik Start untuk mulai proses format. Jawab konfirmasi sesuai kebutuhan Anda.
  7. Jika sudah selesai, tutup jendela PEtoUSB (jangan menutup jendela Command Prompt yang tadi terbuka ketika Anda menjalankan usb_prep8.bat), maka di layar akan muncul opsi-opsi dari 0 hingga 5.
  8. Gunakan opsi 1 untuk memilih sumber file instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk. Disini, tentukan di drive mana Anda menyimpan instalasi Windows XP. Pilih saja optical drive di mana sudah ada CD Windows XP di dalamnya, atau pilih folder pilihan Anda jika Anda telah menyalin file instalasi Windows XP ke folder tertentu.
  9. Pilih opsi 3 untuk menentukan di mana Anda mencolok flash disk. Kalau flash disk Anda berada di drive F:, maka ketik F dan tekan ENTER. Jika drive G: maka ketik G dan tekan ENTER, begitu seterusnya berlaku untuk drive lain.
  10. Selanjutnya pilih opsi 4 untuk mulai proses pembuatan modul instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk secara otomatis. Jawab apa pun konfirmasi yang muncul dengan Y atau YES atau OK atau bentuk persetujuan lain.


Selesai! Kini flash disk Anda telah siap digunakan untuk instalasi Windows XP! Silahkan melakukan setting pada BIOS Anda, dan pilih Removeable Disk (atau apa pun nama lainnya) sebagai media pertama yang dijalankan saat booting.


Untuk yang menggunakan sistem RAID, coba pakai Nlite

sumber : http://dotexe.wordpress.com/2009/01/19/install-windows-xp-lewat-usb-flash-disk/

[ Belajar Java ] - Membuat Button

import javax.swing.JFrame;
import javax.swing.JButton;
import java.awt.event.ActionListener;
import java.awt.event.ActionEvent;

class MembuatButton extends JFrame implements ActionListener
{

public static void main(String args[])
{

new MembuatButton();

}

public MembuatButton()
{

super(”Belajar Membuat Button”);
JButton exit = new JButton(”Exit”);
exit.addActionListener(this);
add(exit);
setSize(300,200);
setLocation(250,150);
setVisible(true);

}

public void actionPerformed(ActionEvent e)
{

String selection = e.getActionCommand();
if (selection.equals(”EXIT”))
{

System.exit(0);

}
}

}

[ Belajar Java ] - Membuat Menu

import javax.swing.JFrame;
import javax.swing.JMenuBar;
import javax.swing.JMenu;
import javax.swing.JMenuItem;
import java.awt.event.ActionListener;
import java.awt.event.ActionEvent;

class MembuatMenu extends JFrame implements ActionListener
{

public static void main(String args[])
{

new MembuatMenu();

}

public MembuatMenu()
{

super(”Belajar Membuat Menu”);
JMenuBar menuBar = new JMenuBar();
JMenu fileMenu = new JMenu(”File”);
menuBar.add(fileMenu);
JMenuItem exitMenuItem = new JMenuItem(”Exit”);
exitMenuItem.addActionListener(this);
fileMenu.add(exitMenuItem);
setJMenuBar(menuBar);
setSize(300,200);
setLocation(250,150);
setVisible(true);

}

public void actionPerformed(ActionEvent e)
{

String selection = e.getActionCommand();

if(selection.equals(”Exit”))

{

System.exit(0);

}

}
}